gue banget

forum sahabat yahoo
PROFITRELOAD BISNIS POPULER
portal google
go-investor mega financial internet
raih income unlimited melalui internet investasibersama
bisnis masa depan anda

Senin, 29 September 2008

Diwaspada Antisipasi Krisis Finansial AS


http://www.profitreload.com/?id=ekstra
http://iklanalexa.blogspot.com

Jakarta
(ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter dan sektor
keuangan domestik Diminta agar selalu berhati-hati dalam kebijakan
mereka dalam rangka mengantisipasi dampak krisis finansial AS dan
menciptakan keyakinan pasar.

Direktur Perencanaan Makro Bappenas
Bambang Prijambodo di Jakarta, Senin mengatakan meski diperkirakan
tidak berdampak signifikan, krisis AS tetap akan memberikan pengaruh
pada perekonomian di dalam negeri.

Selain itu, kehati-hatian
juga diperlukan mengingat sektor perbankan internasional, termasuk
Indonesia, saat ini tengah menerapkan kebijakan moneter yang ketat
(tight monetary policy-red) untuk mengantisipasi laju inflasi yang
semakin cepat di masing-masing negara.

"Tetapi intinya, selain
masalah inflasi yang kalau pun turun tetapi tetap tinggi, ada gejolak
eksternal lain yang saat ini masih dalam tahap resolusi yaitu krisis
keuangan di AS, semua itu menuntut kebijakan otoritas moneter dan
sektor keuangan kita tetap berhati-hati," kata Bambang.

Menurut
Bambang, langkah kehati-hatian sebaiknya diarahkan untuk mencermati
perkembangan dari pengamanan kepercayaan sektor keuangan di tingkat
global. Sedangkan respons dari langkah kehatihatian tersebut, katanya,
akan terlihat dalam pengambilan keputusan suku bunga dan pengucuran
pembiayaan.

Bambang menuturkan, sebelum kejatuhan Lehman
Brothers yang disusul meruginya American Insurance Group (AIG) di AS,
tekanan ekonomi sektor keuangan berupa lonjakan harga komoditas sudah
relatif stabil. Namun kejatuhan Lehman Brothers dan AIG, memunculkan
kembali kekhawatiran krisis pada kalangan investor seperti perusahaan-
perusahaan multinasional.

Kekhawatiran tersebut, kata dia,
mendorong sebagian besar investor/perusahaan multinasional mulai
menarik dana-dana jangka pendeknya di berbagai tempat, termasuk di
Indonesia sejak awal September. "Ini sebenarnya yang mengakibatkan
tekanan bagi rupiah," katanya.

Kebijakan moneter ketat yang
tengah dijalankan berbagai negara saat ini, tambahnya, menyebabkan
terjadinya keterbatasan likuiditas di berbagai negara, termasuk
Indonesia.

Posisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan
sendiri, kata dia, masih berada dalam kondisi yang relatif aman karena
masih ditopang oleh pertumbuhan Asia yang masih cukup kuat dengan India
dan Cina sebagai motor.

"Selama Cina dan India tidak terpukul,
maka ekonomi Asia secara keseluruhan masih relatif aman. Kita sebagai
negara yang memiliki sumber daya alam cukup baik --pola pertumbuhan
Asia adalah mengolah sumber daya alam-- maka hubungan yang berdampak
positif bagi pertumbuhan ekonomi kita sebagai bagian dari negara-negara
di Asia akan cukup kuat," ujarnya

_________________


forum google international
PROFITRELOAD BISNIS POPULER
http://profitreload.com/?id=oliv


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

0 komentar:

300x250